Jumat, 06 Januari 2012

DENGARKAN GUA

( SEBUAH PENGAKUAN DOSA SEORANG ANAK MANUSIA ! )


Hari ini gua sadar. Tepatnya sih kemarin. Seperti dipukul dengan tukul arwana dan setelah gua renungi dalam – dalam, dalam dan dalam. Gua salah, dan memang salah !
Ini semua bermula, berasal, dan berawal dari sulitnya gua untuk mengungkapkan maksud dan isi pikiran gua. Sampai – sampai itu semua mengakibatkan, menghasilkan, menjadikan gua di cap sebagai HOMO, GAY, MAHO, JENONG (T__T”) ( odiens : syukur lo !!! ) ( gua : asem lo !!! ) ( odiens : mati lo !!! ) ( gua : ??? )
Dan disini gua tekankan, tegaskan, dan pastikan bahwa gua itu Alhamdulillahirobbilallamin NORMAL 100% sejak dalam kandungan nyokab. ( gua : maaf anda kecewa para jenong. Hahaha… ) ( odiens : sumpeh lo ??? ) ( gua : fuck !!! )
Niat gua sih sebenarnya cuma sekedar ingin dekat dengan mereka semua. Ingin menjadi sohib yang baik buat mereka semua. Yang bisa diandalkan, dimanfaatkan, diunggulkan, diutamakan. Biar bisa keren seperti DORAEMON. Dan bukan malah menjadi si cupu macam NOBITA !
Dan cerita realityshow Bukan Sinetron pun dimulai dibagian ini. Setelah banyak masalah yang gua buat, titipkan, dan berikan pada mereka semua. Puncaknya pada malam pergantian malam diawal tahun baru ini, tapi bukan tanggal 31 atau pun tanggal 1. ( gua : ayo coba tebak :D ) ( odiens : ndak minat taw ) ( gua : ndak nyesal ? ) ( odiens : yupz ! ) ( gua : yoo weslah ) Gua telah melakukan hal bodoh pada mereka semua. Hal bodoh yang gua lakukan adalah, meremove mereka semua dari akun pertemanan gua. ( gua : sebenarnya gua juga ndak taw apa maksud gua ngeremove mereka ) ( odiens : masa ? ) ( gua : sumpah dah demi nyokab gua ! ) Gua cuma malas aja diolok – olok suka dengan sebut saja do’i Bunga ( gua : bukan nama sebenarnya ) dan Bangkai ( gua : juga bukan nama sebenarnya. n dengan si bangkai inilah gua d bilang HOMO ) Sumpah ndak ada maksud gua buat memutuskan pertemanan gua dengan mereka atau pun marah pada mereka. Gua khilaf ndak berfikir dulu waktu melakukannya. Nyesal gua ! Tapi gua heran, ngapa mereka semua mesti tanya apa – apa tentang gua itu pada si Bangkai ? Memangnya si Bangkai itu dukun apa. Sejenis ki Joko Bodo atau Bangkai itu bokab gua ? Bukan ! Bokab gua itu bapak tttiiiiiieeetttt… ( gua : untuk keamanan, nama dan alamat kami sensor ), dan bukan si Bangkai ! ( odiens : cie cie cie… hahahaha… ) ( gua : apa lo ! mulai agi, gua tambok mati lo ! )
Pada paginya ini semua menjadi heboh dan menjadi masalah besar buat gua. Gua mau minta maaf dengan menyuruh Boncel ( gua : bukan nama sebenarnya ) buat belagak promotkan akun gua ke mereka semua. Tapi dasar Boncel, do’i malah bilang itu akun cewek. Ya ialah akun gua langsung di invite oleh mereka semua. Tapi waktu gua bilang itu akun gua… wueeesss… serempak mereka semua mendelet akun gua lagi. Penolakan masal itu telah terjadi. Dan gua di Black Lis, gua di Cekal besar – besaran seperti artis HOT Indonesia yang bersensasi !
Wajar sih kalau mereka semua mendelet gua, toh ini semua memang murni kesalahnya gua. Ditambah lagi dengan tikaman – tikaman si Boncel yang menambah kesalahan gua. Sebuah tikaman yang  rasanya seperti dipukul dengan tukul arwana, dicubit oleh gorilla dan ditampar sama Asmirandha.
Gua mulai sadar dan mencoba merenung di kamar. Tapi karena adek sepupu gua ribut, gua jadi pindah merenung ke wc dengan memberi tanda “ DON’T DISTRUBE !!! “.
Dan ini berhasil. Bagi gua wc memang merupakan tepat yang sangat sakral untuk tempat berkarir, meminta wangsit, petunjuk dan pencerahan. Bahkan wc bisa jadi tempat rileksasi untuk mencari suatu kenikmatan dunia. Menurut gua sangat bodoh orang – orang itu pada lari ke dukun atau psikiater jika ada masalah. Saran gua cukup lo semua masuk ke wc dan renungkan semua masalah yang sedang lo alami, hadapi dan rasakan. Caranya, kumpulkan semua masalah lo dipikiran lo. Dan ngejanlah lo sengejan – ngejannya, sampai lo berhasil mengeluarkan “ Benda Seni “ lo. Maka dengan itu semua masalah lo juga akan keluar jawabannya. ( odiens : tips bodo )
Akhirnya setelah itu semua. Gua langsung meminta bantuan Boncel ( gua : ingat bukan dukun ! ) untuk mengumpulkan mereka semua besok di kampus. Karena bakalan akan ada sebuah PENGAKUAN DOSA SEORANG ANAK MANUSIA ! ( gua : ini juga alasan gua untuk ndak meremove Boncel )
Waktu di kampus gua sempat Cun untuk melakukan pengakuan dosa ini. Apalagi waktu gua dengar sindiran – sindiran mereka. Tapi lagi – lagi si Boncel menikam gua dari belakang dengan mengatakan. “ Berarti lo penakut. Dan jangan lo minta bantuan gua lagi kalau lo ada masalah ! “. ( gua : gara ini gua baru tau rasa dari lagunya Mulan feat Mahadewi ) “ Hehehehehe… “ Dengan itu gua cuma bisa nyengir.
Dan gua lari lagi ke dalam wc. Di wc, dalam hati gua berunding dengan si isi hati ( gua : kali ini gua bukan ngeluarkan benda seni, melainkan air seni ). “ Menurut lo bagaimana ti ? “ Tanya gua.
“ Kalau menurut lo bagaimana ? “ Isi hati balik nanya.
“ Lah lo kan isi hati, jadi tau donk jawabannya ? “ Kata gua ngotot.
“ So what ! Lah gua ini kan bagian dari lo, masa lo ngak tau diri lo sendiri ? “
“ ??? “
Benar juga kata si isi hati. Masa gua ndak bisa ngendalikan diri gua sendiri. Itu namanya aneh !
Gua melangkah masuk kedalam kelas dengan pasti. Dengan tekad ditangan gua, gua yakin akan melanjutkan acara ini. Toh setidaknya gua ndak sendiri. Ada si isi hati yang menemani gua.
Kalau kata Maxs dalam film The Maks sih “ Is Show Time “
Waktu yang dinanti – nanti pun datang juga. Syukurnya banyak yang ndak berminat ngebahas masalah ini. Jadilah hanya tinggal beberapa orang saja yang masih bertahan didalam kelas. Mereka yang bertahan antara lain adalah si Bunga, Boncel, Bangkai, Kuntet, Kanjeng dan Buntat. ( gua : bukan nama sebenarnya )
#Kejadian rielnya…
Belum sempat gua ngomong. Si Buntat sudah dulu menikam gua secara sadis dan membabi buta. ( odiens : nyaman lo ! ) ( gua : tutup mulut lo ! )
Gua diam. Boncel mencoba menjadi moderator. ( gua : gua ndak taw ternyata Boncel bisa jadi moderator *Nb. Jika ada tugas kelompok presentasi, moderatornya suruh Boncel jak ) Kuntet ikut nimbrung. Bangkai cuap – cuap berkeluh kesah. ( gua : sumpah gua tadinya ndak tau apa maksud dari ucapan Kuntet n Bangkai. Cz do’i ngomong atau ngelawak *banyak ketawa ndak serius ) ( odiens : comic donk )
Gua mencoba berbicara. Tapi bergetar. Gua juga ndak tau mengapa gua sampai gemetaran seperti itu. Gua diam, takut ketauan gemetaran lagi. Mendapat kesempatan, Kanjeng langsung berbicara lantang dengan panjang kali lebarnya. Gua salting ( gua : nah ini baru niat nyelesaikkan masalahnya. Cara bicaranya TOP )
Lagi asyik dan seru – serunya acara, tiba – tiba…
“ Maaf dek, sudah selesai kan kuliahnya ? kelas mau ditutup nih. “
Gedubraaak !!! Ndak asyik nih abang penjaga kampus.
#Lokasi berpindah ke taman kampus…
Disini acara dimulai lagi. Kali ini lebih seru. Mereka semua berkoar satu persatu mengungkapkan masalah dan keluhan mereka pada gua. ( gua : ternyata gua baru sadar, sohib gua itu banyak memendam uneg – uneg 2011 pada gua *acar uya kuya kali ) ( odiens : itulah lo, drama jak tros ! ) ( gua : tolong please tutup mulut lo ! )
Gua nyoba kembali bersuara. Dan kali ini berhasil, gua berhasil gemetaran lagi. Dan apesnya gemetaran gua berhasil ditangkap dan disangkar oleh mereka semua. Gua diam dan tertunduk pasrah. Mereka kembali berkoar. Gua semakin menunduk pasrah. Dan tiba waktu gua mengungkapkan perasaan gua pada Bunga. Seumur – umur, baru kali ini gua blak – blakan ngukapkan perasaan gua ke seseorang. Dan gua bangga akan hal itu. Walaupun gua gemetaran dan berkeringat dingin, yang penting itu bisa gua ungkapkan. ( gua : yaa ialah. Wong gua pacaran aja baru satu kali ) ( odiens : ndak caya ! ) ( gua : bunuh jak gua biar mati ! )
Tapi gua sangat mengutuk akan kebodoan gua dalam hal berbicara dan mengungkapkan isi pikiran gua, sehingga gua hanya bisa menampakkan kebodohan gua saja.
Bunga berbicara. Gua tertunduk sambil menutup telinga. Karena gua tau ini bakalan tidak menyenangkan. Gua penasaran. Gua buka telinga gua. Gedeaaarrrrr !!! Kenyataan memang menyakitkan. Gua Sakit. Gua mencoba meninju – ninju lantai. Tapi sumpah ternyata lantai semen itu keras, lebih keras dari kepala gua. Apa lagi semennya kasar. Tangan gua merah. Sakit sekali ! ( odiens : siapa suruh, bodo lo ! )
Gua kembali mengutuk kebodoan gua dalam hal ungkap mengungkap. Karena gemetar dan terlalu down. Gua ndak bisa bebas berexpresi mengungkapkan isi didalam pikiran gua.
Sebenarnya maksud dari dalam isi pikiran gua itu begini…
#Setingan maksud isi kepala gua ( gua : khayalan gua )…
Semua berkumpul dan diam. Gua berbicara. Tanpa gemetaran dan tanpa keringat dingin.
“ Terima kasih buat lo semua yang sudah mau berkumpul disini untuk membahas masalah ndak penting ini. “ Gua menarik nafas panjang.
“ Inti dari maksud gua mengumpulkan lo semua disini, gua ingin mengakui kesalahan gua dan sekaligus meminta maaf pada lo semua. “
“ Disini gua mau menjelaskan mengapa gua malakukan lo semua seperti itu. Mengapa gua selalu curhat dan sms Bangkai trus, minta tolong terus sama Boncel, ngolok – ngolok Buntat, dan menggangu lo semua. Dan juga akan perasaan gua pada Bunga. “ Gua berdiri dan berjalan menuju jendela. ( gua : terdengar sayup – sayup alunan music mellow klasik *tapi bukan music yang biasa terdengar di Gramedia )
“ Gua selalu curat dan sms Bangkai itu, karena Bangkai mengingatkan gua seperti Almarhum sohib gua. Muka Bangkai sama dengan sohib gua. Hobi do’i, sifat do’i, bahkan kesukaan do’i, seperti team sepak bola, bersepeda dan lainnya. Do’i itu adalah sohib terbaik gua yang ngerti akan gua luar dalam. Sohib gua yang sudah gua anggap sebagai saudara kandung gua sendiri. Tempat curhat gua setiap ada masalah. Do’i bahkan mengetahui gua lebih dari gua mengetahui diri gua sendiri. Tapi sayang. Orang baik itu memang cepat dipanggil yang diatas. Pada kelas satu SMA, do’i harus pergi untuk selama – lamanya. Do’i meninggal lantaran terpleset di sungai Kapuas Sanggau. Gua ndak bisa menahan do’i untuk pergi. Waktu jenazah do’i belum diketemukan, gua terus shalat dan berdoa semoga do’i selamat dan hanya hanyut terbawa arus sungai. Namun Allah lebih menyayanginya dibandingkan gua. Allah memanggil do’i untuk selama – lamanya. Gua masih ingat kata – kata do’i terakhir kalinya sebelum besok mesti pergi bertanding sepak bola di Sanggau mewakili Persiwang. Do’i berkata, “ gua bakalan bisa jadi pemain bola yang terkenal ! “ Benar saja do’i memang menjadi terkenal waktu itu. Namun do’i terkenal karena berita kematiannya. Lo semua mungkin pernah baca Koran waktu itu, “ Usai menang bertanding, pemain Persiwang hanyut di sungai Kapuas. “ sampai kini gua selalu menyesal, gua menyesal ndak bisa membalas hadiah pemberian do’i ( gua : ini alasan ngapa gua ngasi hadiah k Bangkai ), gua menyesal ndak bisa mengucapkan perpisahan pada do’i dan mengatakan bahwa gua sangat – sangat beruntung bisa bersahabatan dengan do’i. Gua menyesal ndak bisa membalas semua kebaikan do’i dan berguna buat do’i. Gua selalu berfikir, betapa asyiknya kalau bisa bersama do’i lagi, curhat, kuliah, ngumpul, dan bermain bersama – sama do’i lagi. Sampai pada waktu PMB di Fisip. Gua melihat Bangkai. Sumpah waktu itu gua sempat kaget. Gua kira do’i ndak mati dan masih hidup. Tapi waktu gua tau nama Bangkai, gua sadar kalo do’i memang sudah meninggal. Tapi gua coba untuk berteman dengan Bangkai. Berteman dengan Bangkai membuat gua merasa bisa dekat lagi dengan do’i, curhat dengan Bangkai membuat gua ngerasa kalau do’i itu masih ada. Dan mengapa gua suka manggil Bangkai dengan sebutan hewan, itu karena gua juga memanggil do’i dengan sebutan itu. Tapi gua salah. Bangkai ya Bangkai, dan do’i ya do’i. Walau lo berdua sama, tapi lo berdua itu orang yang beda. “ ( gua : dah dah. Sumpah ndak mampu gua kalo mesti ngingat – ngingat do’i agi )
“ Untuk Boncel mengapa gua sering minta bantuan dengan lo. Itu karena lo sangat baik, mau nolong siapa aja tanpa pamrih. “ ( gua : gua salut dengan lo !!! )
“ Dan untuk si Buntat ngapa gua suka ngolok – ngolok lo. Gua Cuma gurau, just kiding, bercanda. Ini semua murni cuma iseng lantaran sering diolok – olok lo juga. Maaf kalau lo ndak suka cara bercanda gua. “
“ Untuk lo Bunga. Gua itu sudah sayang sama lo semenjak lo ada disitu, sampai sekarang. Lo itu ndak tahu kaya apa gua sayang sama lo. Lo ndak pernah dan ndak pernah mau tau. Lo lebih sibuk dengan masalah lo sendiri, masalah orang – orang yang selalu menggantungkan harapan lo, tanpa pernah melihat gua disini. Gua ndak pernah benar tau macam mana perasaan lo. Gua nunggu… Lo tau gua bukan seorang NABI. Dan lo tau waktu itu kejam untuk menunggu sebuah harapan. Tapi mengapa lo masih tetap menyuruh gua menunggu harapan itu ? Akhirnya gua sadar akan satu hal, bahwa lo ndak sesayang itu sama gua. Buktinya ? Lo sudah tau perasaan gua. Tapi lo ndak berani untuk menolak. Itu berarti lo ndak yakin. Lo lebih memilih menikmati perasaan itu sendiri. EGOIS NGA ! EGOIS, NAMANYA ! “ ( gua : nah buat fans gua. Inilah alas an gua selalu menghindar dari lo semua. Tunggu gua 2 atau 3 bulan buat ngebuka hati gua agi ) ( odiens : banggalah lo banyak fans ? ) ( gua : so pasti ! ) ( odiens : kentut ! )
“ Terakhir untuk lo semua. Mengapa gua selalu menggangu lo semua. Itu hanya karena gua pengen dekat sama lo. Gua pengen jadi sohib yang bisa lo semua andalkan. Gua pengen jadi bagian penting sebagai sohib lo. Makanya gua pengen tau terus semua info lo. Dan tanpa lo ketahui, gua itu selalu mencari tahu info lo semua. Itu karena gua ingin jadi orang yang pertama yang ada disaat lo butuh bantuan. Gua juga ada sohib lagi waktu SMA. Tapi itu dia, sekarang gua sudah jarang ngumpul dengan mereka. Lantaran yang satu kuliah di luar, dan yang satu sudah sibuk dengan pacarnya. ( gua : baca “ September Rain “ ) ( odiens : ogah, males ! ) Asal lo semua tau. Gua ngelakukan itu semua hanya untuk mencari perhatian dari lo, agar gua bisa dekat sama lo semua. Dan lo semua tau mengapa gua sering mengajak lo berangkat bareng ke kampus ? Itu karena sumpah berangkat sendiri itu garing dan ndak asyik. Ndak ada yang bisa di ajak ngobrol disepanjang jalan. Pada akhirnya gua jadi seperti orang gila yang ngomong sendirian di jalan. Untuk itu semua gua memohon maaf setulusnya dari lo. Gua ngaku salah. ( odiens : udah tau salah masig gak berubah, goblok lo ! ) ( gua : demi apapun tolong lo diam saja ! ) Kalau pun lo semua merasa ini lebay, drama, dan gua terlalu mendramatisir. Bahkan lo semua ndak mau lagi berteman dengan gua. Itu semua hak lo. Gua ndak bisa memaksakan seseorang untuk suka pada gua. Tapi asal lo semua tau, gua sangat beruntung bisa menjadi teman lo semua. Senang bisa mengenal lo ! “
Gua terdiam. Lo semua diam. Orang bisu diam. Dan kita semua berfikir merasakan apa yang telah gua sampaikan. Gua meminta maaf. Lo semua juga minta maaf. Dan kita semua saling memaafkan. The End, cerita pun berakhir Happy Ending.
Tapi pada kenyataannya bukan itu yang gua sampaikan. Gua malah mati kutu menahan gemetar dan keringat dingin akibat malu. Gua mengutuk habis – habisan kebodoan gua dalam menyampaikan maksud dan isi pikiran gua. Mungkin hal ini juga yang menjadikan gua sampai sekarang baru satu kali pacaran. Dan dari itu juga mengapa gua suka mengurusi masalah lo sama pacar lo semua. Gua ngerasa lo semua bodo jak bisa nyia – nyiakan pacar lo. Lo tau gua sangat sulit untuk mendapat pacar, gua ngerasa lo ndak berterima kasih jak dah dikasi pacar. Itu gua lakukan bukan karena gua sirik atau apa. Gua cuma nyesek jak liat seperti Kuntet, Bangkai nyia – nyiakan pacar lo. Mungkin itu karena lo sangat mudah untuk mendapat pengganti do’i. Gua juga senang bisa ngeliat Medok, Boncel yang bisa dapat pacar cantik. Gua turut bahagia akan hali itu. Tapi itu dia. Lo semua mungkin salah menafsirkan itu semua. Gua ndak menyalahkan lo semua. Karena semua ini salah gua. Salah gua yang ndak bisa mengungkapkan maksud gua. Salah gua yang ingin dekat dengan lo semua, tapi dengan cara yang salah. Intinya ini semua salah gua.
Kembali kepada kenyataan. Pada kenyataannya gua ndak bisa berbicara untuk mengungkapkan maksud dan isi pikiran gua seperti itu. Gua terlalu penakut. Dan akhirnya gua hanya pulang sambil menyesal. Gua melihat mereka semua pulang berlalu. Gua melamun diatas motor gua. Ntah apa yang gua fikirkan. Tapi satu yang gua tau. GUA BAKALAN LAMA BERADA DIDALAM WC PULANG INI !

#Di DEDIKASIKAN untuk sahabat – sahabat gua. Dan untuk lo SAHABAT TERBAIK gua SELAMANYA, Alm. NANO ( Si Kucing )